Selasa, 26 Mei 2009

Sejarah

Berawal dari kegiatan mengaji yang diasuh oleh KH. Ahmad Husnan Abdulloh yang diselenggarakan dirumah beliau sehari hari, maka dengan bantuan masyarakat sekitar akhirnya diputuskan untuk membeli sebidang tanah seluas 130 meter persegi berlokasi di desa Sidomukti Kec. Manyar Kab. Gresik, untuk dijadikan sebuah Pondok Pesantren, yang kemudian diberi nama PP. Ushulul Hikmah , namun pondok pesantren tersebut tidak mengalami perkembangan yang menggembirakan, karena adanya kendala sumber air yang tidak mendukung terbentuknya sebuah pesantren.

Selanjutnya, atas perjuangan beliau serta Ma'unah dari Alloh Swt, pada Tahun 1990 M. KH.Ahmad Husnan Abdulloh Mendapatkan kepercayaan mengelola tanah wakaf seluas 7.230 M3 dari keluarga Bani Ibrohim dari kota Malang. Yang terletak di desa Manyarejo Kec. Manyar Kab. Gresik.

Berbekal dari tanah wakaf inilah selanjutnya dirikan sebuah Pesantren yang bernama Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, yang merupakan relokasi dan pengembangan pondok pesantren dari rencana semula, yakni dari desa Sidomukti ke desa Manyarejo Kec. Manyar Kab. Gresik

Seiring dengan pembangunan pondok pesantren tersebut, datanglah santri dari berbagai daerah, diantaranya dari Bojonegoro, Tuban, Cilacap, Magelang dan Palembang . kedatangan santri ini semakin menambah semarak kegiatan di Pondok Pesantren, namun dibalik itu kedatangan mereka menjadi pemikiran baru bagi pengelola Pondok Pesantren, karena sebagian besar dari mereka juga bermaksud mengabdi pada kyai, yang menurut bahasa pesantren disebut dengan nderek. Dan itu artinya kyai harus menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka.

Pada umumnya mereka yang nderek, akan bekerja di sawah atau ladang milik kyai, yang kebetulan tidak dimiliki oleh KH. Ahmad Husnan Abdulloh. Untuk itu beliau berusaha menciptakan lapangan kerja yang cocok untuk santri tanpa harus mengganggu kepentingan mengaji.

Akhirnya dengan dibantu putra beliau, Ust H. Ali Wafa Husnan maka pada tahun 1992 M.muncullah ide untuk membuat jamu tradisional yang dikemas dalam botol dengan merek jamu Al Hikmah. Dan atas upaya dan keahlian KH. Ahmad Husnan Abdulloh dalam meracik ramuan jamu yang terbuat dari bahan bahan tradisional hasil alam Indonesia , maka usaha produk jamu ini bisa berkembang dan diterima oleh masyarakat .

Disamping itu dalam perkembangan selanjutnya para pengelola PP. Ushulul Hikmah Al Ibrohimi juga menciptakan berbagai produk usaha yang bisa mendukung tetap berjalannya roda pendidikan dalam pesantren.

Perkembangan

Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi pada awalnya hanya terdiri dari sebuah bangunan Musholla, sebuah asrama putra dan sebuah asrama putri. Namun berkat kerja keras pengelola dan upaya pengembangan yang dilakukan tiada henti, maka saat ini Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi telah memiliki bangunan dengan luas keseluruhan 1.111 M3 dan memiki santri sebanyak 386 orang.
Dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, saat ini sedang dibangun sebuah gedung madrasah dan aula baru berlantai dua, dengan luas 360 M3 dengan nilai Rp. 450.000.000,- ,

Disamping itu dalam upaya mendapatkan sumberdana pengelolaan Pondok Pesantren, Pengurus mencoba menciptakan berbagai peluang usaha diantaranya dengan mendirikan koperasi pondok pesantren atau disebut dengan koppontren. Yang saat ini sedang dibangun gedung Koppontren tersebut berlantai dua dengan biaya sekitar Rp. 50.000.000'- dana swadaya murni dari anggota.

Koppontren yang didirikan pada tahun 2000 M. ini pada awalnya hanya bermodalkan kekayaan bersih Rp : 625.000,- yang merupakan simpanan pokok dari para pendirinya, saat ini telah melakukan berbagai macam terobosan dengan mengelola berbagai macam jenis usaha, antara lain : Perusahaan Minuman Tradisional Putra Al Ibrohimi, Peternakan, Transportasi dan Produksi makanan ringan serta Bakery. Sehingga dalam RAT tahun 2003 M. nilai omsetnya telah mencapai Rp. 450.037.500,-

Dan pada tanggal 30 Januari 2004 berdirilah lembaga pendidikan yaitu Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi. dengan dukungan para wali santri dan masyarakat. Periode I pada tanggal 15 Juli 2004 kegiatan belajar mengajar dimulai dengan jumlah murid 35 putri dan 15 putra dengan membentuk 1 rombongan belajar. Tahun demitahun Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi berkembang dengan pesat. Hingga sampai sekarang jumlah siswa keseluruhan hampir 600 jiwa.

Dalam rencana pengembangan Koppontren kedepan akan dikembangkan berbagai macam bidang usaha, bekerja sama dengan para alumni dan masyarakat sekitar pondok, usaha lain tersebut diantaranya kerajinan songkok dan tas, mengingat kedua komoditi terakhir dalam proses produksinya telah menjadi keahlian banyak orang disekitar pondok. Dan merupakan potensi yang perlu dikembangkan karena telah banyak membantu masyarakat dalam menambah income mereka.

0 komentar: