Selasa, 26 Mei 2009

Kata Pengantar

Dengan senantiasa menyebut asma Allah Swt. Serta berharap selalu akan karunia, bimbingan, dan inayah – Nya. Solawat juga salam taklupa kami sanjungkan kepada junjungan baginda Nabi Besar Penghulu zaman Muhammad SAW. Sebagaimana telah menjadi pemahaman kita bersama bahwa, sesungguhnya keberlangusungan pendidikan adalah merupakan tanggung jawab kita bersama, antara keluarga, masyarakat, lembaga dan pemerintah, baik pendidikan yang bersifat Formal maupun Non formal. Kita juga telah memahami bersama, bahwa tingkat hidup dan kehidupan seseorang banyak ditentukan oleh bagaimana ke-eratanya dengan pendidikanya pribadi, oleh sebab itu, pendidikan bagi seseorang adalah merupakan terminal kehidupan ( In Station Life ).
Berangkat dari pemikiran diatas, betapa makna pendidikan bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat memiliki kekuatan yang sangat fital dalam pembentukan generasi masa depan. Akan halnya dengan Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, yang bercorak da'wah dalam rangkah Tafaqquh Fi Addin yang pendirianya dilatar belakangi oleh adanya Pesantren Luhur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikan kearah yang lebih sempurna sesuai dengan Visi maupun Misi yang telah dibagun, Agar masyarakat menjadi percaya bahwa lembaga ini benar-benar telah siap membantu ketuntasan pendidikan putra putrinya hingga menjadi anak yang sholeh dalam beragama dan sholeh dalam kehidupan sosialnya. Akan tetapi kita juga harus sadar, bahwa untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang mulia tersebut tidaklah semuda yang kita bayangkan, mengingat sangat universalnya urgenitas dan aktualitas dunia pendidikan. Dimana Pada satu sisi terdapat dinamika pembangunan dan pengembangan kearah tercapainya tujuan pendidikan yang diangankan bersama tetapi pada sisi yang lain kita juga tidak menafikan adanya berbagai rintangan maupun ancaman yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal.
Oleh karena itu, dalam mewujudkan suatu tujuan pendidikan, satu satunya kunci sukses untuk merahinya tidak ada cara lain selain bagaimana kita bisa sekuat mungkin membangun sebuah hubungan yang baik antar personal lembaga disemua jajaran hingga memperoleh pencerahan, dengan diimbangi suatu tatanan system sebagai satu satunya perangkat yang bisa menghadirkan mekanisme guna mengkafer tumbuhnya etos kerja dikalangan personal lembaga.
Dalam tatanan system Kita harus bisa memadukan aspek regiusitas berupa iman dengan sekuat mungkin bisa mendominasi setiap gerak dan setiap detak tarian nafas kita, akan tetapi relegiusitas iman tersebut harus pula diupayakan kearah tumbuhnya sifat Al-Ihsan sebagi konsep nilai yang isoteris dari agama, sehingga pada limit golnya juga akan dapat mempengaruhi kita dalam mengatur hubungan maupun menjadikan dasar untuk mengambil keputusan. pembagunannya untuk diseimbangkan dengan visi misi lembaga dus perangkatnya pun harus dipersiapkan secara professional dan diseimbangkan. Segala sesuatunya harus sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang ada tidak didasarkan atas kepentingan kepentingan yang bersifat sesaat dan pribadi. Sehingga kita bisa secara efektif memberdayakan pendidikan demi kemaslahatan siswa maupun lembaga, serta jauh dari rasa ingin menjadikan siswa maupun perangkat lainya sekedar sebagai obyek dan bukan sebagai subyek yang memungkinkan seorang pimpinan melakukan sering, atau tukar pendapat, untuk menjembatani terbangunnya grend desainer dilembaga. Demikian kata sambutan ini kami haturkan, semoga apa yang kita ikhtiarkan ini senatiasa mendapat ridlo dan bimbingan dari Allah SWT. Sehigga keberhasilan yang dicitakan dapat kita raih bersama. Akhirnya kepada Allah jualah segalanya kami kembalikan dan berserah diri.

0 komentar: