Selasa, 26 Mei 2009

Kenakalan Remaja

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.


Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

* Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
* Santrock
"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."


Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

* Penyalahgunaan narkoba
* Seks bebas
* Tawuran antara pelajar


Penyebab terjadinya kenakalan remaja
Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Faktor internal:

1. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.


Faktor eksternal:

1. Keluarga
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2. Teman sebaya yang kurang baik
3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.


Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja:

1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com<\span>

Read More...

Facebook Chat Hadir di Meebo

Jakarta - Meebo, situs penyedia akses ke layanan pesan instan dari browser, menambahkan chat Facebook ke sistem mereka. Makin banyak pilihan untuk berbincang.

Sebenarnya, tanpa izin Facebook terlebih dahulu, Meebo telah mencoba layanan ini sejak Desember 2008. Baru pada Februari 2009 Meebo meraih restu Facebook untuk menggunakan Facebook Connect agar bisa terhubung ke layanan facebook.

Pengguna Meebo pun kini bisa terus berbincang dengan teman-temannya tanpa membuka situs Facebook. Selain berbincang, pengguna Facebook di Meebo bisa mengupdate status mereka. Demikian dikutip detikINET dari NYTimes, Sabtu (7/2/2009).

Meebo sejak 2005 memberi kesempatan penggunanya untuk log-in ke beberapa sistem pesan instan melalui browser. Termasuk yang bisa diakses via Meebo selama ini adalah AIM, Yahoo! Messenger, Google Talk MSN Messenger hingga ICQ sekalipun.

Read More...

Interaksi Online Tingkatkan Kemampuan Sosial Remaja

Interaksi di dunia maya mungkin akan mempertajam kemampuan sosial anak-anak muda. Demikian hasil penelitian para psikolog dan anthropolog AS terhadap kebiasaan para pengguna internet.

Saat tempat-tempat bergaul tradisional, misalnya taman atau tempat-tempat hiburan mulai tidak nyaman dan aman, pergaulan di dunia maya mungkin menjadi pilihan bersosialisasi. Danah Boyd dari Universitas California, Berkeley, AS dan para peneliti lainnya menduga hal tersebut sebagai alasan utama anak-anak remaja mulai melirik komunikasi dengan teman-temannya melalui internet.

Kebanyakan remaja menggunakan internet untuk berhubungan dengan kawab-kawan sekolahnya daripada orang asing. Hal tersebut merupakan hasil analisis Boyd terhadap situs pertemanan MySpace.com, yang memiliki anggota 15 juta orang dan setengahnya berusia di bawah 24 tahun.

Menurut David Huffaker dari Universitas Northwestern, Illinois, AS, menulis semacam jurnal harian di blog adalah salah satu faktor yang meningkatkan kemampuan komunikasi remaja. Format blog, lanjut Huffaker, meningkatkan pemahaman mereka dalam menyusun cerita berurut atau narasi. Mereka juga mudah untuk melihat-lihat catatan kawan-kawannya dan secara rutin saling mengunjungi dan memberi komentar terhadap tulisan orang lain, terutama yang dikenalnya.

Berdasarkan data survai dalam proyek Pew Internet and American Life, satu dari lima remaja yang menggunakan layanan online di internet atau sekitar 4 juta orang di AS memiliki blog.

"Dalam komunitas maya, remaja cenderung memilih ketua yang memiliki empati tinggi daripada yang lebih suka menyampaikan nasihat," kata Justine Cassell yang juga dari Universitas Northwestern. Bersama para koleganya, ia membangun komunitas Junior Summit sejak 1998. Menurut Cassell, anak yang suka mengawali kalimatnya dengan ’kami’ lebih disukai untuk jadi ketua komunitas daripada yang menggunakan ’aku’.

Pada pertemuan tahunan Asosiasi Sains Lanjutan Amerika di St. Louis, Missouri, Cassell dan para peneliti perilaku menekankan pentingnya mempromosikan komunitas maya bagi para remaja. Menurut mereka, membatasi anak-anak yang mulai memasuki usia remaja di depan komputer hanya akan mempersempit ruang geraknya di komunitas sosial.

Meskipun demikian, orang tua seharusnya terus mengingatkan potensi ancaman dan kejahatan yang mungkin berawal dari sana. Sebab, interaksi di internet tidak selamanya aman. Baru-baru ini, di AS banyak laporan pelecehan seksual yang dialami oleh gadis-gadis setelah berhubungan dengan orang dewasa yang sebelumnya mengaku sebagai remaja di internet dalam situs jaringan pertemanan MySpace.com.

Read More...

Berita

Jadwal Ujian Nasional (UN)

Berdasrakan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional sebagai berikut:
1.SMA/MA : 20 s/d 24 April 2009
2.SMP/MTs : 27 s/d 30 April 2009
3.SD/MI : 11 s/d 13 Mei 2009
4.SMK/SMALB : 20 s/d 22 April 2009

Peraturan tentang Ujian Nasional Tahun 2009

A.Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun 2009 dapat dilihat dalam:
1.Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2008 Permen SMA & MA
Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009.

2.Peraturan Mendiknas Nomor 78 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTs/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009.

3.Peraturan Mendiknas Nomor 82 Tahun 2008 Tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009.

B.Prosedur Operasai Standar (POS) pelaksanaan UN tahun 2009 dapat dilihat dalam:
1.POS UASBN untuk SD/MI/SDLB Tahun Pelajaran 2008/2009
2.POS UN untuk SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2008/2009
3.POS UN untuk SMA/MA Tahun Pelajaran 2008/2009

C.Pelaksanaan Ujian Nasional Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dapat dilihat dalam:

1.Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor D.I/452/2008Tentang Ketentuan Pelaksanaan Ujian Nasional Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK)Tahun Pelajaran 2008/2009.

2.Kisi-kisi Ujian Nasional Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK)


Read More...

Keg. PA

Kegiatan Pelantikan Anggota Pecinta Alam MA Al - Ibrohimi

Read More...

Visi dan Misi

VISI : “ BERAKHLAKUL KARIMAH, CENDEKIA DAN BERPRESTASI “.

A. VISI
1. Unggul dalam aktivitas keagamaan dan kepedulian social.
2. Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik.
3. Unggul dalam budaya disiplin dan tanggung jawab.
4. Unggul dalam penguasaan bahasa asing khususnya bahasa
Arab, bahasa inggris dan bahasa mandarin.
5. Unggul dalam pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan
sehari-hari
6. Unggul dalam kepribadian.



B. M I S I

1. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama, sehingga menjadi sumber
kearifan. dalam bertindak.
2. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya,
sehingga dapat. dikembangkan secara lebih optimal.
3. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dan terencana dan terukur
4. Mewujudkan Proses Belajar Mengajar ( PBM ) yang berkualitas dan
efektif.
5. Menyediakan tenaga kependidikan yang professional dan melaksanakan
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan



C. TUJUAN MADRASAH

1. Mencetak lulusan yang beriman dan bertaqwa, serta berakhlaqul karimah,
cerdas dan. terampil.
2. Mewujudkan lingkungan Madrasah yang dinamis agar dapat memberi
pelayanan yang
maksimal
3. Mewujudkan warga Madrasah mampu memahami Visi dan Misi Madrasah.
4. Mengembangkan minat dan bakat dalam berbahasa.
5. Memanfaatkan Eksistensi Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi sebagai salah satu
lembaga Pendidikan Agama.

Read More...

Sejarah

Berawal dari kegiatan mengaji yang diasuh oleh KH. Ahmad Husnan Abdulloh yang diselenggarakan dirumah beliau sehari hari, maka dengan bantuan masyarakat sekitar akhirnya diputuskan untuk membeli sebidang tanah seluas 130 meter persegi berlokasi di desa Sidomukti Kec. Manyar Kab. Gresik, untuk dijadikan sebuah Pondok Pesantren, yang kemudian diberi nama PP. Ushulul Hikmah , namun pondok pesantren tersebut tidak mengalami perkembangan yang menggembirakan, karena adanya kendala sumber air yang tidak mendukung terbentuknya sebuah pesantren.

Selanjutnya, atas perjuangan beliau serta Ma'unah dari Alloh Swt, pada Tahun 1990 M. KH.Ahmad Husnan Abdulloh Mendapatkan kepercayaan mengelola tanah wakaf seluas 7.230 M3 dari keluarga Bani Ibrohim dari kota Malang. Yang terletak di desa Manyarejo Kec. Manyar Kab. Gresik.

Berbekal dari tanah wakaf inilah selanjutnya dirikan sebuah Pesantren yang bernama Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, yang merupakan relokasi dan pengembangan pondok pesantren dari rencana semula, yakni dari desa Sidomukti ke desa Manyarejo Kec. Manyar Kab. Gresik

Seiring dengan pembangunan pondok pesantren tersebut, datanglah santri dari berbagai daerah, diantaranya dari Bojonegoro, Tuban, Cilacap, Magelang dan Palembang . kedatangan santri ini semakin menambah semarak kegiatan di Pondok Pesantren, namun dibalik itu kedatangan mereka menjadi pemikiran baru bagi pengelola Pondok Pesantren, karena sebagian besar dari mereka juga bermaksud mengabdi pada kyai, yang menurut bahasa pesantren disebut dengan nderek. Dan itu artinya kyai harus menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka.

Pada umumnya mereka yang nderek, akan bekerja di sawah atau ladang milik kyai, yang kebetulan tidak dimiliki oleh KH. Ahmad Husnan Abdulloh. Untuk itu beliau berusaha menciptakan lapangan kerja yang cocok untuk santri tanpa harus mengganggu kepentingan mengaji.

Akhirnya dengan dibantu putra beliau, Ust H. Ali Wafa Husnan maka pada tahun 1992 M.muncullah ide untuk membuat jamu tradisional yang dikemas dalam botol dengan merek jamu Al Hikmah. Dan atas upaya dan keahlian KH. Ahmad Husnan Abdulloh dalam meracik ramuan jamu yang terbuat dari bahan bahan tradisional hasil alam Indonesia , maka usaha produk jamu ini bisa berkembang dan diterima oleh masyarakat .

Disamping itu dalam perkembangan selanjutnya para pengelola PP. Ushulul Hikmah Al Ibrohimi juga menciptakan berbagai produk usaha yang bisa mendukung tetap berjalannya roda pendidikan dalam pesantren.

Perkembangan

Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi pada awalnya hanya terdiri dari sebuah bangunan Musholla, sebuah asrama putra dan sebuah asrama putri. Namun berkat kerja keras pengelola dan upaya pengembangan yang dilakukan tiada henti, maka saat ini Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi telah memiliki bangunan dengan luas keseluruhan 1.111 M3 dan memiki santri sebanyak 386 orang.
Dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al Ibrohimi, saat ini sedang dibangun sebuah gedung madrasah dan aula baru berlantai dua, dengan luas 360 M3 dengan nilai Rp. 450.000.000,- ,

Disamping itu dalam upaya mendapatkan sumberdana pengelolaan Pondok Pesantren, Pengurus mencoba menciptakan berbagai peluang usaha diantaranya dengan mendirikan koperasi pondok pesantren atau disebut dengan koppontren. Yang saat ini sedang dibangun gedung Koppontren tersebut berlantai dua dengan biaya sekitar Rp. 50.000.000'- dana swadaya murni dari anggota.

Koppontren yang didirikan pada tahun 2000 M. ini pada awalnya hanya bermodalkan kekayaan bersih Rp : 625.000,- yang merupakan simpanan pokok dari para pendirinya, saat ini telah melakukan berbagai macam terobosan dengan mengelola berbagai macam jenis usaha, antara lain : Perusahaan Minuman Tradisional Putra Al Ibrohimi, Peternakan, Transportasi dan Produksi makanan ringan serta Bakery. Sehingga dalam RAT tahun 2003 M. nilai omsetnya telah mencapai Rp. 450.037.500,-

Dan pada tanggal 30 Januari 2004 berdirilah lembaga pendidikan yaitu Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi. dengan dukungan para wali santri dan masyarakat. Periode I pada tanggal 15 Juli 2004 kegiatan belajar mengajar dimulai dengan jumlah murid 35 putri dan 15 putra dengan membentuk 1 rombongan belajar. Tahun demitahun Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi berkembang dengan pesat. Hingga sampai sekarang jumlah siswa keseluruhan hampir 600 jiwa.

Dalam rencana pengembangan Koppontren kedepan akan dikembangkan berbagai macam bidang usaha, bekerja sama dengan para alumni dan masyarakat sekitar pondok, usaha lain tersebut diantaranya kerajinan songkok dan tas, mengingat kedua komoditi terakhir dalam proses produksinya telah menjadi keahlian banyak orang disekitar pondok. Dan merupakan potensi yang perlu dikembangkan karena telah banyak membantu masyarakat dalam menambah income mereka.

Read More...

Kata Pengantar

Dengan senantiasa menyebut asma Allah Swt. Serta berharap selalu akan karunia, bimbingan, dan inayah – Nya. Solawat juga salam taklupa kami sanjungkan kepada junjungan baginda Nabi Besar Penghulu zaman Muhammad SAW. Sebagaimana telah menjadi pemahaman kita bersama bahwa, sesungguhnya keberlangusungan pendidikan adalah merupakan tanggung jawab kita bersama, antara keluarga, masyarakat, lembaga dan pemerintah, baik pendidikan yang bersifat Formal maupun Non formal. Kita juga telah memahami bersama, bahwa tingkat hidup dan kehidupan seseorang banyak ditentukan oleh bagaimana ke-eratanya dengan pendidikanya pribadi, oleh sebab itu, pendidikan bagi seseorang adalah merupakan terminal kehidupan ( In Station Life ).
Berangkat dari pemikiran diatas, betapa makna pendidikan bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat memiliki kekuatan yang sangat fital dalam pembentukan generasi masa depan. Akan halnya dengan Madrasah Aliyah Al-Ibrohimi. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, yang bercorak da'wah dalam rangkah Tafaqquh Fi Addin yang pendirianya dilatar belakangi oleh adanya Pesantren Luhur juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikan kearah yang lebih sempurna sesuai dengan Visi maupun Misi yang telah dibagun, Agar masyarakat menjadi percaya bahwa lembaga ini benar-benar telah siap membantu ketuntasan pendidikan putra putrinya hingga menjadi anak yang sholeh dalam beragama dan sholeh dalam kehidupan sosialnya. Akan tetapi kita juga harus sadar, bahwa untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang mulia tersebut tidaklah semuda yang kita bayangkan, mengingat sangat universalnya urgenitas dan aktualitas dunia pendidikan. Dimana Pada satu sisi terdapat dinamika pembangunan dan pengembangan kearah tercapainya tujuan pendidikan yang diangankan bersama tetapi pada sisi yang lain kita juga tidak menafikan adanya berbagai rintangan maupun ancaman yang terjadi, baik secara internal maupun eksternal.
Oleh karena itu, dalam mewujudkan suatu tujuan pendidikan, satu satunya kunci sukses untuk merahinya tidak ada cara lain selain bagaimana kita bisa sekuat mungkin membangun sebuah hubungan yang baik antar personal lembaga disemua jajaran hingga memperoleh pencerahan, dengan diimbangi suatu tatanan system sebagai satu satunya perangkat yang bisa menghadirkan mekanisme guna mengkafer tumbuhnya etos kerja dikalangan personal lembaga.
Dalam tatanan system Kita harus bisa memadukan aspek regiusitas berupa iman dengan sekuat mungkin bisa mendominasi setiap gerak dan setiap detak tarian nafas kita, akan tetapi relegiusitas iman tersebut harus pula diupayakan kearah tumbuhnya sifat Al-Ihsan sebagi konsep nilai yang isoteris dari agama, sehingga pada limit golnya juga akan dapat mempengaruhi kita dalam mengatur hubungan maupun menjadikan dasar untuk mengambil keputusan. pembagunannya untuk diseimbangkan dengan visi misi lembaga dus perangkatnya pun harus dipersiapkan secara professional dan diseimbangkan. Segala sesuatunya harus sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang ada tidak didasarkan atas kepentingan kepentingan yang bersifat sesaat dan pribadi. Sehingga kita bisa secara efektif memberdayakan pendidikan demi kemaslahatan siswa maupun lembaga, serta jauh dari rasa ingin menjadikan siswa maupun perangkat lainya sekedar sebagai obyek dan bukan sebagai subyek yang memungkinkan seorang pimpinan melakukan sering, atau tukar pendapat, untuk menjembatani terbangunnya grend desainer dilembaga. Demikian kata sambutan ini kami haturkan, semoga apa yang kita ikhtiarkan ini senatiasa mendapat ridlo dan bimbingan dari Allah SWT. Sehigga keberhasilan yang dicitakan dapat kita raih bersama. Akhirnya kepada Allah jualah segalanya kami kembalikan dan berserah diri.

Read More...